Kita telah mengenal kata
Pentium dalam dunia komputer hampir satu dasawarsa ini. Nama prosesor
yang telah menjadi ujung tombak Intel dalam menguasai pasar prosesor PC
desktop dunia ini lebih dikenal daripada arti asli dari kata Pentium
yang memang dalam arti Yunani berarti 5 ( lima ) ini, memang Intel
memilih nama ini karena prosesor Pentium pada awalnya merupakan prosesor
Intel generasi ke lima. Lucu mungkin kalau dipikir bahwa Pentium 4,
prosesor 32-bit terbaru Intel, masih menyandang nama Pentium yang arti
namanya menunjukkan kalau prosesor ini masih merupakan prosesor generasi
ke lima. Padahal kalau kita melihat perubahan arsitektur dalam prosesor
terbaru Intel ini, mungkin lebih tepatnya merupakan generasi ke tujuh.
Mungkin mestinya Septium or something like that lah, ya kan ? hehe...
Yah meski alasan itu sepertinya kurang tepat, Intel memiliki alasan lain
kenapa Pentium masih menjadi nama handalan lini produk prosesor Intel,
karena nama Pentium telah menjadi brand-name prosesornya, orang-orang
hanya tahu Pentium dan hanya Pentium, mungkin ditakutkan kalau Intel
memakai nama-nama aneh lagi, orang akan menjadi bingung. Hmm... alasan
yang baik juga... Dalam artikel ini saya ingin menceritakan kepada anda
para pembaca budiman, sejarah Pentium dari awal sampai generasi terakhir
Pentium. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan komputer anda serta
memberikan gambaran tentang perkembangan prosesor ini dari segi
arsitekturnya. Saya sadar kalau mungkin beberapa bagian dari artikel
saya ini mungkin salah atau melenceng dari kebenaran, oleh karena itu
saya menghargai setiap kritik anda yang dapat ditulis ke e-mail saya di
sini . (
tr3nd@telkom.net)
The story begins here.....
PentiumDiluncurkan
sekitar awal tahun ’90-an, tahun 1993 tepatnya, Pentium merupakan
lompatan besar dalam sejarah prosesor X86 dimana arsitektur prosesor
32-bit mengalami perubahan yang sangat besar. Hal ini menyebabkan
kecepatan Pentium ( 80586 atau singkatnya 586 ) secara clock-for-clock
dengan prosesor 486 ( generasi sebelumnya ) jauh lebih cepat.
Dimulai
dengan kecepatan 60 Mhz sampai 233 Mhz, prosesor ini telah membuat
revolusi baru dalam dunia PC. Pada versi awalnya ( Pentium 60 Mhz )
prosesor ini pernah membuat heboh di kalangan dunia PC karena menurut
seorang profesor, prosesor ini telah melakukan kesalahan perhitungan
jika dilakukan kombinasi perhitungan perkalian dan pengakaran. Hal ini
diakui oleh Intel yang lalu menarik kembali seluruh prosesor Pentium 60
Mhz sekaligus menghapus armada prosesor 60 dan 66 Mhz yang lalu diganti
dengan Pentium 75 Mhz.
Di Indonesia, entah di negara lain, penulis
mengamati kalau prosesor Pentium yang paling banyak dipakai adalah
prosesor Pentium 133 Mhz, mungkin anda pembaca pernah memilikinya ?
Intel
membuat chipset Pentium ini mulai dari FX, HX, VX sampai yang mampu
mendukung Pentium versi akhir dengan MMX, chipset TX , bentuk pengepakan
prosesornya adalah Socket-7.
Pentium mengalami sedikit perubahan
arsitektur seiring dengan perkembangan teknologi dengan diperkenalkannya
instruksi multimedia baru yang disebut MMX pada tahun 1994. Meskipun
digemborkan oleh Intel kalau prosesor dengan kemampuan ini dapat
meningkatkan pengalaman multimedia ( multimedia experience ) sampai
30-50%, tetapi pada kenyataannya kumpulan instruksi ini banyak tidak
terpakai oleh para programmer multimedia ( terutama game ). Tetapi
instruksi MMX ini merupakan cikal bakal dari instruksi SIMD ( Single
Instruction Multiple Data ) yang sejak itu mulai dikembangkan. Instruksi
3DNow! Dari AMD sebagai contoh merupakan penyempurnaan dari instruksi
MMX, demikian pula ISSE ( Internet Streaming SIMD Extension ) milik
Intel sendiri.
Pentium Pro
Selama pengembangannya, Intel
juga membuat Pentium yang dibuat khusus untuk komputer performa tinggi,
seperti server, yaitu Pentium Pro. Untuk pertama kalinya Intel
menyatukan L2-cache kedalam prosesornya. Tidak banyak Pentium Pro yang
beredar, itu dikarenakan oleh sangat tingginya harga sebuah prosesornya,
bahkan sampai saat ini ! Tidaklah heran jika hanya sedikit speed grades
yang tersedia untuk Pentium Pro, antara 200 Mhz s/d 233 Mhz. Jika anda
iseng-iseng mencari prosesor tipe ini, anda akan tercengang melihat
harganya, apalagi jika dibandingkan dengan unsur teknologinya. Meski
begitu arsitektur dasar Pentium Pro merupakan fondasi dari pengembangan
Pentium II. Kelemahan dari Pentium Pro ini adalah lemahnya kemampuan
menjalankan program 16-bit lama, ini dikarenakan memang arsitektur awal
prosesor ini diutamakan untuk aplikasi 32-bit. Tidaklah heran jika
performa Pentium Pro dibawah atau setara dengan Pentium jika menjalankan
aplikasi 16&32-bit seperti Windows9X. Lain ceritanya jika
menggunakan prosesor ini pada Windows NT yang desain awalnya sudah
benar-benar 32-bit.
Pentium II
Dengan kode sandi
pengembangan ‘Klamath’, Pentium II merupakan peningkatan signifikan dari
arsitektur lama Pentium. Perubahan pada struktur dan besar cache,
penempatan L2-cache, serta yang mencolok cara pengepakan prosesor yang
baru, PPGA ( Plastic Pin Grid Array ) yang oleh Intel dulu dianggap
dapat menekan biaya produksi prosesornya. Perubahan bentuk pengepakan
prosesor ini membuat para pembuat motherboard terpaksa merubah rumah
prosesor dari Socket ke slot, bernama Slot-1. Dengan cara ini, prosesor
ditancapkan ke slot yang tersedia, mirip dengan menancap kartu ekspansi.
Chipset awal Intel ( dan masih merupakan chipset terbaik sejauh ini )
untuk Pentium II adalah i440BX untuk PC standar, serta i440LX untuk
budget PC.
Penempatan cache L2 didalam prosesor tetapi bukan
diintinya juga merupakan perbedaan utama PII dengan Pentium. Kalau dulu
cache ditaruh di motherboard, kali ini Intel menaruh cachenya di papan
sirkuit prosesornya. Hal ini dapat meningkatkan kinerja prosesor karena
cachenya bekerja pada ½ clock prosesor, jadi jika prosesornya bekerja
pada 350 Mhz, cachenya berarti bekerja pada 175 Mhz. Ini merupakan
peningkatan berarti dari arsitektur lama yang cachenya bekerja pada
clock tertentu yang diatur motherboard.Pada Pentium II juga diperbaiki
performa 16-bit dari pendahulunya, Pentium Pro. Sehingga dalam
menjalankan aplikasi campuran 16 & 32-bit kecepatannya dapat
terdongkrak.
Besar inti Pentium II juga lebih kecil, hal ini disebabkan prosesor ini dibuat pada pemrosesan 0.25-micron.
Tingkatan
kecepatan Pentium II dimulai dari PII 233 Mhz sampai PII 450 Mhz.
Dimana tingkat kecepatan yang paling sering ditemukan adalah antara
300-450 Mhz.
Celeron
Intel melihat pasar yang cukup besar
dalam PC yang berharga dibawah $1000, dimana performa tidak terlalu
diperhatikan, kasarnya komputer ‘yang penting jalan lah’. Intel memasuki
pasar ini dengan meluncurkan prosesor Celeron, sebuah varian dari
Pentium II dengan ‘mengkebiri’ beberapa kemampuan PII, pada akhir tahun
1998. Peng-‘kebiri’-an Celeron dapat dilihat dari ketidakhadiran cache
L2 serta pembatasan FSB yang kalau PII bisa sampai 100 Mhz, Celeron cuma
66 Mhz. Kedua pembatasan itu dapat menurunkan harga Celeron sampai
hampir ½ PII, tentu saja dengan penalti performa yang cukup buruk.
Performa
Celeron yang buruk ini sempat dikritik oleh para entusias komputer,
terutama karena ketidakhadiran cache L2 yang sangat berpengaruh pada
performa prosesor. Oleh karena itu Intel meluncurkan Celeron yang
ditambahi L2 cache tetapi cuma 128 KB, lebih kecil dari PII yang
cachenya 512 KB, mulai tingkat kecepatan 300 Mhz, sehingga dipasaran ada
2 macam Celeron 300 Mhz, yang dengan cache L2 dan yang tidak memiliki
L2 cache. Perbedaannya dapat dilihat dari inisial A dibelakang tingkat
kecepatannya, jadi yang dengan cache L2 Celeronnya diberi nama Celeron
300A. Semenjak itu semua Celeron diatas 300 Mhz pasti memiliki 128 KB
cache L2. Tetapi kesemuanya itu tidak menjadikan Celeron lebih baik dari
PIII sampai versi terakhirnya pun, itu selain dikarenakan FSB-nya yang
hanya 66Mhz, juga cache L2-nya yang cuma 4 way set associative, tidak
seperti PIII yang 8-way set associative, and that matters much !
Kelihatan seperti prosesor yang dikebiri banget yah ?
Dikarenakan
ketidakhadiran atau sedikitnya cache L2, Celeron dianggap prosesor yang
paling mudah di overclock. L2 cache mempengaruhi kemampuan overclock
prosesor karena begitu prosesor dinaikkan frekuensi clocknya melebihi
kemampuannya maka secara otomatis clock pada cache juga terangkat. Jika
tidak mempunyai cache maka masalahnya lebih mudah lagi. Penulis pernah
mendengar kalau ada Celeron yang mampu di overclock dengan kenaikan
sampai 400-450 Mhz, jadi jika ada Celeron 300 Mhz di overclock, maka
kenaikannya bisa sampai 700-750 Mhz !! Gile benerrr......
FSB juga
merupakan bottleneck yang menghalangi Celeron bersaing dengan
kakak-kakaknya. Dengan FSB 66 Mhz, sebuah prosesor Celeron baru dapat
menyaingi PII jika kecepatannya lebih cepat ¾-nya, dan hal itu cukup
mengganggu pula, saya kira ini merupakan strategi Intel untuk
menghindari Celeron untuk bersaing langsung dengan armada prosesor cepat
lain milik Intel sendiri.
Satu hal yang perlu dicatat, Celeron
merupakan prosesor pertama Intel yang menggunakan Socket 370, sehingga
bentuk prosesornya balik ke seperti dahulu lagi, berbentuk bujur sangkar
dan mempunyai kaki banyak ( dalam hal ini 370 pin ) dibawahnya. Hal ini
dilanjutkan terus sampai sekarang, mungkin menandai awalnya kematian
Slot-1... Peletakan inti Celeron Socket ini juga model baru, namanya
FC-PGA ( Flip-Chip Pin Grid Array ) dimana inti prosesor diletakkan pada
permukaan atas prosesor, sehingga dapat melepas panas lebih baik.
Celeron
versi akhir, Celeron II, berisi arsitektur yang lebih baik lagi dari
kakaknya, karena arsitekturnya berdasar pada PIII serta telah memiliki
ISSE yang dulu hanya dimiliki oleh PIII. Serta mempunyai bentuk bukan
slot lagi tapi balik ke Socket seperti Pentium lama. Dan juga Celeron II
telah diproduksi pada 0.18-micron. Tetapi dalam waktu dekat kabarnya
Intel berencana membuat Celeron II dengan FSB 100Mhz, dan itu merupakan
kabar yang baik.
Pentium III ( Merced )
Dengan kode sandi
pengembangan Merced, Pentium III dibuat untuk memperbaiki
kelemahan-kelemahan yang ada di Pentium II dan menurut penulis pribadi
juga merupakan jawaban Intel dari prosesor K6-2 AMD yang memiliki
instruksi khusus 3Dnow!, semenjak PII tidak memiliki instruksi-instruksi
khusus seperti itu, kecuali MMX milik Intel sendiri. Di prosesor PIII
yang masih diproduksi pada 0.25-micron ini, telah dilakukan perubahan
yang cukup mendasar. Hal yang berubah pada PIII adalah hadirnya
instruksi-instruksi ISSE milik Intel yang merupakan pengembangan dari
MMX itu sendiri.
Prosesor ini menggunakan L2 cache yang masih
diluar inti prosesor, meski pada tahap ini Intel sudah mulai menyadari
kalau arsitektur cache ini tidaklah membantu kinerja prosesor serta
teknologinya sudah dapat menyatukan, demi menjaga kompabilitas pada
slot, Intel terpaksa membuat prosesor ini masih dalam bentuk slot.
Pentium III ( Coppermine )
Diluncurkan
pada awal tahun 2000, prosesor generasi ke-2 dari PIII ini memperbaiki
hampir semua kekurangan PIII generasi awal, sekalian juga memperkenalkan
untuk pertama kalinya teknologi FC-PGA terbaru Intel dalam pembuatan
prosesornya dan tentu saja sudah diproses pada 0.18-micron. Juga
diperkenalkan FSB 133 Mhz sehingga dapat mendongkrak kinerja prosesor.
Pada Meski sebagian besar prosesornya berbentuk Socket lagi, tapi untuk
beberapa speed grades masih mempertahankan bentuk Slot-1-nya untuk
kompabilitas motherboard-motherboard lama.
Model Pentium III ini
memiliki banyak model sampai mungkin dapat membingungkan. Terutama yang
memiliki speed grades 600Mhz keatas, misalnya pada speed grade 600 Mhz
ada yang 600, 600E, 600EB, ada juga yang 600B. Inisial E menunjukkan
kalau FSB PIII 600Mhz itu sudah 133 Mhz, kalau inisial B-nya menunjukkan
kalau bentuknya sudah FC-PGA ( PIII berbentuk Socket 370 ). Cukup
memusingkan bukan untuk satu model prosesor saja ? Tetapi untuk yang
diatas 800 Mhz, kebanyakan atau mungkin seluruh prosesornya pasti sudah
memiliki bus FSB 133 Mhz dan sudah berbentuk Socket FC-PGA.
Pengembangan
terbaru PIII generari kedua ini adalah dari sistem manajemen cachenya
yang baru, disebut ATC atau Advanced Transfer Cache, yang memampukan
cache yang terpasang pada PIII ini dapat mengawasi data apa yang paling
sering dipakai pada aktifitas proses tertentu. Juga ditambahkan sekitar
20-30-an instruksi-instruksi multimedia baru yang oleh Intel disebut
ISSE II.
PIII Coppemine berhasil menembus batas 1 Ghz dalam
perlombaan Ghz yang telah ‘diadakan’ sekitar kuartal kedua tahun ini.
Meski kalah dengan AMD yang telah mencapai 1 Ghz terlebih dahulu, Intel
tampaknya telah banyak melakukan perubahan sana-sini agar prosesornya
dapat ‘dipaksa’ untuk mencapai 1 Ghz. Prosesor PIII tertinggi saat
penulisan artikel ini sudah mencapai 1.13 Ghz.
Pentium III ( Tualatin )
Pentium
III generasi ke-3 ini dikabarkan tlah diluncurkan pada kuartal ke-1
atau 2 tahun 2001, selain akan memiliki clock yang lebih tinggi juga
akan dibuat pada pemrosesan terbaru milik Intel, 0.13-micron. Satu hal
yang menarik dari PIII Tualatin adalah prosesor ini mendukung penggunaan
bus 200 Mhz, meski tetap mempertahankan bentuk Socket-370-nya. Tentunya
ini membuat motherboard lama tidak akan dapat mendukung PIII Tualatin.
Kabarnya Intel tidak akan langsung menggunakan kemampuan 200 Mhz PIII
baru ini untuk menghindari persaingan langsung dengan saudaranya,
Pentium 4. PIII baru ini juga akan mendukung baik SDRAM maupun DDR
SDRAM. dan menurut konon critanya pentium !!! yang baru tidak dikluarkan
lagi.
Pentium 4 ( Willamette )
Prosesor termutakhir dari
keluarga Pentium adalah Pentium 4 (P4), yang proyeknya telah dimulai
Intel sejak 1-2 tahun lalu. Dengan 1.4 Ghz sebagai speed grades terkecil
untuk P4 ini membuat P4 menjadi prosesor 32-bit tercepat saat ini.
Dibuat pada pemrosesan 0.18-micron untuk versi-versi awalnya, P4 akan
secara bertahap berpindah ke 0.13-micron seiring dengan pertambahan
clocknya. Diperkirakan P4 akan mampu dibuat sampai kisaran 2 Ghz.
Dengan
menggunakan chipset baru berkode ‘Tehama’, prosesor ini pada rencananya
akam menggunakan Rambus sebagai interface memory-nya, hal ini
dikarenakan arsitektur prosesor ini lebih dioptimisasikan pada
arsitektur Rambus. Penggunaan Rambus sebagai memory membuat mahalnya
sebuah system yang menggunakan P4 ini, sekeping RIMM yang besarnya 64MB,
harganya bisa mencapai $400-an, coba dibandingkan dengan DIMM SDRAM
biasa yang harganya cuma $70-an, beda sekali bukan ? Tetapi jika melihat
perfoma yang didapat, tampaknya mungkin harga semahal itu masuk akal
bukan ?
Perubahan arsitektur ini juga membuat ukuran inti P4
menjadi lebih besar, sekitar 200-an mm2 , bandingkan dengan inti PIII
yang cuma 150-an mm2 . Hal ini membuat prosesor P4 membutuhkan heatsink
yang lebih besar dan frame pendingin yang lebih kuat juga. Belum lagi
karena bentuknya yang ‘baru’ ini membuat para desainer casing harus
membuat casing model baru lagi yang dapat merumahkan P4, standard ini
telah disiapkan Intel dengan nama ATX 2.0. Jadi yang harapan untuk dapat
mengupgrade PIII-nya ke P4 dapat anda buang saja, cukup disayangkan
sekali ! Tetapi itulah resiko dari perkembangan teknologi. Hal ini
menunjukkan kalau P4 memang investasi yang cukup mahal, tidaklah heran
jika P4 untuk sementara hanya ditujukan untuk kalangan server saja,
belum untuk desktop, tetapi ada pula rencana kearah situ.
Mengenai detil P4 dapat anda baca pada berita-berita seiring dengan makin terbukanya informasi mengenai P4.
Pentium V (?)
Sejauh
ini masih merupakan rumor kalau Intel akan mengembangkan Pentium V,
mungkin Pentium V merupakan generasi terakhir Pentium dan sekaligus
generasi terakhir prosesor 32-bit Intel. Tidak banyak info yang didapat
sejauh ini.
Demikianlah artikel saya tentang sejarah dan
perkembangan Intel Pentium serta varian-variannya, semoga informasi ini
dapat meningkatkan pengetahuan anda tentang komputer terutama dibidang
prosesor.